Jumat, 27 September 2013

Unsur Psikologi Tokoh utama dalam Novel Dreamed Angel Karya Muhamad Ardiansha



BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Penelitian
Sastra dalam bahasa Sanskerta shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti teks yang mengandung instruksi atau pedoman, dari kata dasar śās- yang berarti instruksi atau ajaran. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada kesusastraan atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar teks. Sedang sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra. Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Biasanya kesusastraan dibagi menurut daerah geografis atau bahasa.
Jadi, yang termasuk dalam kategori Sastra adalah novel, cerita pendek (cerpen) tertulis atau lisan, syair, pantun.
      Sastra merupakan salah satu cabang kesenian yang tetap berada dalam peradaban manusia sejak ribuan tahun lalu. Kehadiran sastra ditengah peradaban manusia tidak dapat ditolak, bahkan kehadiran tersebut diterima sebagai salah satu realitas sosial budaya. Hal ini tidak lepas dari fenomena sastra lahir sebagai akibat adanya dorongan alami dalam diri manusia untuk mengungkapkan perasaan yang ada pada dirinya.
Dorongan ini kemudian berpadu dengan minat untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan serta untuk memikirkan realita kehidupan yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari.
            Salah satu bentuk karya sastra adalah novel. Novel berasal dari kata latin yaitu novellas yang turun dari kata noveies yang berarti baru. Dikatakan baru karena dibandingkan dengan jenis-jenis sastra lainnya seperti puisi, drama, dan lainnya.
Novel lebih panjang dan lebih kompleks dari cerpen, dan tidak dibatasi keterbatasan struktural dan metrikal sandiwara atau sajak. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut. Novel dalam bahasa Indonesia dibedakan dari roman. Sebuah roman alur ceritanya lebih kompleks dan jumlah pemeran atau tokoh cerita juga lebih banyak. Novel adalah karya sastra yang berbentuk prosa yang mempunyai unsur-unsur intrinsik. Unsur yang membangun karya sastra dari dalam diantaranya, tema, penokohan, alur, sudut pandang, gaya bahasa, latar atau setting, dan amanat
Unsur Ekstrinsik ialah unsur yang membangun karya sastra dari luar. Diantaranya adalah kapan karya sastra itu dibuat, latar belakang kehidupan pengarang, latar belakang sosial pengarang, latar belakang penciptaan, sejarah, biografi pengarang dan sebagainya.
Dilihat dari segi unsur  psikologi dari bahasa Yunani Kuno  psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti kata. Dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa atau mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa atau mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.
Awal abad 20 Mc. Dougall mulai merumuskan definisi Psikologi Pshychology is the science of human behavior. Penafsiran human behavior ini kemudian oleh Psikolog-psikolog Amerika yang beraliran behaviorist diartikan hanya mengenai tingkah laku individu yang bersifat lahiriah saja Sedangkan yang dimaksud dengan human behavior dalam definisi itu seharusnya The Activities of the individual yaitu semua bentuk tingkah laku yang merupakan kegiatan individu, baik yang bersifat motoris seperti berjalan, berbicara dan sebagainya, maupun yang beresifat kognitif seperti berfikir, pengenalan, menghayal dan sebagainya dan yang besifat emosional seperti tertawa, menangis, merasa bahagia, sedih, benci, cemas dan sebagainya atau semua kegiatan psikis manusia baik yang aktif maupun yang pasif.
Maka, dapat disimpulkan bahwa Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari atau menyeldiki serta membahas secara ilmiah dengan berbagai metode tentang hidup kejiwaan manusia dan binatang serta tingkah laku yang ditimbulkannya dalam hubungannya dengan keadaan sekitar serta proses adaptasi terhadapnya.
Untuk mencapai tujuan itu maka dengan mempelajari Psikologi diharapkan mahasisiwa memiliki tiga kemampuan dasar yang diperlukan, yaitu
1.      Understanding : memiliki pengetahuan/pengertian mengenai konsep-konsep dan prinsip-prinsip psikilogi yang umumnya mendasari tingkah laku.
2.      Predicting : berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya, diharapkan mampu mendeteksi atau mendekati permasalahan-permasalahan psikologis yang terjadi di lapangan pendidikan.
3.      Controlling : mampu menguasai diri pribadinya dan terampil dalam mengatasi permasalahan-permasalahan kependidikan yang dihadapi sesuai dengan konsep dan prinsip psikologi.
Adapun tujuan pokok mempelajari Psikologi adalah memahami seluk beluk kehidupan rohaniyah yang merupakan kekuatan penggerak bagi segala kegiatan hidup lahiriah dalam alam sekitar.
Objek utama dalam pembahasan Psikologi adalah Manusia. Hal ini sesuai dengan Firaman Allah dalam QS At-Tin ayat 4-6 :
4. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
5. Kemudian Kami kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),
6. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya
Psikologi sastra mempelajari fenomena, kejiwaan tertentu yang dialami oleh tokoh utama dalam karya sastra ketika merespon atau bereaksi terhadap diri dan lingkunganya. Dengan demikian, gejala kejiwaaan dapat terungkap lewat perilaku tokoh dalam sebuah karya sastra. Istilah psikologi sastra mempunyai empat kemungkinan pengertian. Yaitu studi proses kreatif, psikologi pengarang baik sebagai suatu tipe maupun individual, studi tipe-tipe dan hukum-hukum psikologi dalam karya sastra, dan studi yang mempelajari dampak karya sastra terhadap pembaca atau psikologi pembaca. Dalam penelitian ini peneliti menggabungkan keempat kemungkinan pengertian dalam melakukan penelitian. terhadap pembaca atau psikologi pembaca.
Kegiatan menganalisis unsur psikologi tokoh utama dilakukan agar pembaca memahami jalan cerita yang disampaikan oleh penulis. Karena unsur psikologi sangat erat kaitannya dengan kejiwaan seseorang, maka penulis harus memahami beberapa penelitian psikologi sastra. Penelitian psikologi sastra dibagi dengan dua cara. Pertama, melalui pemahaman teori-teori psikologi kemudian diadakan analisis terhadap suatu karya sastra. Kedua, dengan terlebih dahulu menentukan sebuah karya sastra sebagai objek penelitian, kemudian ditentukan teori-teori psikologi yang dianggap relefan untuk melakukan analisis.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan cara kedua, dengan terlebih dahulu menentukan sebuah karya sastra sebagai objek agar mempermudah proses penelitian. Karena butuh waktu untuk memahami aspek psikologi dari tokoh utama yang terapat dalam sebuah novel “Dreamed Angel”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar