BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Penelitian
Sastra dalam
bahasa Sanskerta shastra)
merupakan kata
serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti teks yang mengandung
instruksi atau pedoman, dari kata dasar śās- yang berarti instruksi atau
ajaran. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada
kesusastraan atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan
tertentu.
Segmentasi
sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar teks. Sedang sastrawi
lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah
sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti
sastrawi, bukan sastra. Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi
menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra
oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman
atau pemikiran tertentu.
Biasanya kesusastraan dibagi menurut daerah
geografis atau bahasa.
Jadi, yang termasuk dalam kategori Sastra adalah novel, cerita pendek
(cerpen) tertulis atau lisan, syair, pantun.
Sastra merupakan salah satu
cabang kesenian yang tetap berada dalam peradaban manusia sejak ribuan tahun
lalu. Kehadiran sastra ditengah peradaban manusia tidak dapat ditolak, bahkan kehadiran
tersebut diterima sebagai salah satu realitas sosial budaya. Hal ini tidak
lepas dari fenomena sastra lahir sebagai akibat adanya dorongan alami
dalam diri manusia untuk mengungkapkan perasaan yang ada pada dirinya.
Dorongan
ini kemudian berpadu dengan minat untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan serta
untuk memikirkan realita kehidupan yang berlangsung dalam kehidupan
sehari-hari.
Salah satu bentuk karya sastra adalah novel. Novel
berasal dari kata latin yaitu novellas yang
turun dari kata noveies yang berarti
baru. Dikatakan baru karena dibandingkan dengan jenis-jenis sastra lainnya
seperti puisi, drama, dan lainnya.
Novel lebih panjang dan lebih kompleks dari cerpen, dan tidak dibatasi keterbatasan
struktural dan metrikal sandiwara atau sajak. Umumnya sebuah novel bercerita
tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan
menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif
tersebut. Novel dalam bahasa Indonesia
dibedakan dari roman. Sebuah
roman alur ceritanya lebih kompleks dan jumlah pemeran atau tokoh cerita juga
lebih banyak. Novel adalah karya sastra yang berbentuk prosa yang mempunyai
unsur-unsur intrinsik. Unsur yang membangun karya sastra dari dalam diantaranya,
tema, penokohan, alur, sudut pandang, gaya bahasa, latar atau setting, dan
amanat
Unsur Ekstrinsik ialah unsur yang membangun karya sastra dari luar. Diantaranya
adalah kapan karya sastra itu dibuat, latar belakang kehidupan pengarang, latar
belakang sosial pengarang, latar belakang penciptaan, sejarah, biografi
pengarang dan sebagainya.
Dilihat dari segi unsur psikologi dari bahasa
Yunani Kuno psyche yang berarti jiwa dan logos
yang berarti kata. Dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari
tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa atau mental itu secara
langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi
dan ekspresi dari jiwa atau mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses
atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu
pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.
Awal abad 20 Mc. Dougall mulai
merumuskan definisi Psikologi Pshychology is the science of human behavior.
Penafsiran human behavior ini kemudian oleh Psikolog-psikolog Amerika
yang beraliran behaviorist diartikan hanya mengenai tingkah laku individu yang
bersifat lahiriah saja Sedangkan yang dimaksud dengan human behavior dalam
definisi itu seharusnya The Activities of the individual yaitu semua
bentuk tingkah laku yang merupakan kegiatan individu, baik yang bersifat
motoris seperti berjalan, berbicara dan sebagainya, maupun yang beresifat
kognitif seperti berfikir, pengenalan, menghayal dan sebagainya dan yang
besifat emosional seperti tertawa, menangis, merasa bahagia, sedih, benci,
cemas dan sebagainya atau semua kegiatan psikis manusia baik yang aktif maupun
yang pasif.
Maka, dapat disimpulkan bahwa Psikologi
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari atau menyeldiki serta membahas secara
ilmiah dengan berbagai metode tentang hidup kejiwaan manusia dan binatang serta
tingkah laku yang ditimbulkannya dalam hubungannya dengan keadaan sekitar serta
proses adaptasi terhadapnya.
Untuk
mencapai tujuan itu maka dengan mempelajari Psikologi diharapkan mahasisiwa
memiliki tiga kemampuan dasar yang diperlukan, yaitu
1. Understanding : memiliki pengetahuan/pengertian mengenai
konsep-konsep dan prinsip-prinsip psikilogi yang umumnya mendasari tingkah
laku.
2. Predicting : berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya,
diharapkan mampu mendeteksi atau mendekati permasalahan-permasalahan psikologis
yang terjadi di lapangan pendidikan.
3. Controlling
: mampu menguasai diri pribadinya dan terampil dalam mengatasi
permasalahan-permasalahan kependidikan yang dihadapi sesuai dengan konsep dan
prinsip psikologi.
Adapun
tujuan pokok mempelajari Psikologi adalah memahami seluk beluk kehidupan
rohaniyah yang merupakan kekuatan penggerak bagi segala kegiatan hidup lahiriah
dalam alam sekitar.
Objek utama dalam pembahasan
Psikologi adalah Manusia. Hal ini sesuai dengan Firaman Allah dalam QS At-Tin
ayat 4-6 :
4. Sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
5. Kemudian Kami kembalikan
Dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),
6. Kecuali orang-orang yang
beriman dan mengerjakan amal saleh. Maka bagi mereka pahala yang tiada
putus-putusnya
Psikologi sastra mempelajari
fenomena, kejiwaan tertentu yang dialami oleh tokoh utama dalam karya sastra
ketika merespon atau bereaksi terhadap diri dan lingkunganya. Dengan demikian,
gejala kejiwaaan dapat terungkap lewat perilaku tokoh dalam sebuah karya
sastra. Istilah psikologi sastra mempunyai empat kemungkinan pengertian. Yaitu
studi proses kreatif, psikologi pengarang baik sebagai suatu tipe maupun
individual, studi tipe-tipe dan hukum-hukum psikologi dalam karya sastra, dan
studi yang mempelajari dampak karya sastra terhadap pembaca atau psikologi
pembaca. Dalam penelitian ini peneliti menggabungkan keempat kemungkinan
pengertian dalam melakukan penelitian. terhadap pembaca atau psikologi pembaca.
Kegiatan menganalisis unsur
psikologi tokoh utama dilakukan agar pembaca memahami jalan cerita yang
disampaikan oleh penulis. Karena unsur psikologi sangat erat kaitannya dengan
kejiwaan seseorang, maka penulis harus memahami beberapa penelitian psikologi
sastra. Penelitian psikologi sastra dibagi dengan dua cara. Pertama, melalui
pemahaman teori-teori psikologi kemudian diadakan analisis terhadap suatu karya
sastra. Kedua, dengan terlebih dahulu menentukan sebuah karya sastra sebagai
objek penelitian, kemudian ditentukan teori-teori psikologi yang dianggap
relefan untuk melakukan analisis.
Dalam penelitian ini penulis
menggunakan cara kedua, dengan terlebih dahulu menentukan sebuah karya sastra sebagai
objek agar mempermudah proses penelitian. Karena butuh waktu untuk memahami
aspek psikologi dari tokoh utama yang terapat dalam sebuah novel “Dreamed
Angel”.